Sabtu, 24 Agustus 2013



FUMIGASI adalah metode dan proses pemaparan dan pelepasan fumigan (gas) kedalam ruangan kedap udara dengan konsentrasi, suhu, waktu dan tekanan tertentu. Tujuan fumigasi adalah untuk membunuh seluruh jenis hama ( telur, larva, pupa dan imago) sedangkan fumigan adalah racun yang berbentuk gas dan dalam konsentrasi waktu dapat membunuh hama.
Jenis fumigan yang banyak digunakan di Indonesia adalah Methil Bromida, Fosfine, Ethylene Oksida, Sulfuril Flourida. Perlakuan fumigasi dengan Methil Bromida saat ini hanya diperbolehkan digunakan untuk fumigasi pengapalan dan tindakan karantina saja, karena dianggap merusak lingkungan terutama lapisan ozon, sedangkan fumigan yang banyak digunakan saat ini berbahan aktif Fosfine.

Karakteristik Fosfine.

* Merupakan senyawa yang sangat toksik dan memiliki penestrasi yang baik serta seragam
* Tidak memiliki efek aroma, warna, dan cita rasa terhadap komoditas yang difumigasi
* Penyerapan oleh produk rendah
* Titik didih 87,4° dan titik lebur 133,5°C
* Mudah meledak jika terkena air
*Bereaksi dengan tembaga/logam mulia atau bahan-bahan yang terbuat dari tembaga/logam mulia dan menyebabkan korosi pada temperatur dan kelembaban yang relatif tinggi.


Kimia Fosfine
Fosfin, PH3 adalah gas beracun yang sedikitnya dapat menghasilkan dug senyawa yakni alumunium  phosfida, AIP atau magnesium phosfida, Mg3P2. Senyawa Magnesium fosfida. Kendati keduanya terdaftar tetapi senyawa alumunium fosfida lebih popular. Fumigan fosfin merupakan campuran padat antara bahan teknis dari fumigan AIP atau Mg3P2dengan suatu oksida, karbamat dan binder, lalu disalut dengan paraffin. Fosfida ini kemudian bereaksi dengan lepas dari udara sbb :
AIP + 31-120 > PH3 + A1(OH)3 + kalor atau 2 AIP +3H20 > 2PH3 A1203 + kalor dan Mg3P2 + 61 – 1120 > 2PH 3 + 3 Mg(OH)2 kalor
Jika fosfida itu terkena air bebas maka akan segera menyala, reaksi magnesium fosfida lebih cepat terbakar.
Itu sebabnya magnesium phosfida kurang populer tidak saja di Indonesia tetapi juga di berbagai Negara. Proses pelepasan gas fosfine dari Mg3P2, lebih cepat dibanding AIP ini sekaligus dianggap sebagai keunggulan tetapi juga kelemahan.
Keunggulan Mgfosfida lama fumigasi lebih singkat tapi karena proses pelepasan gas fosfin menghasilkan kalor panas maka ada kekhawatiran fosfin lebih mudah menyala dan menimbulkan kebakaran, kendati sebenarnya belum pernah ada laporan satu kasuspun.

CSIRO Division of Storage Entomology Australia misalnya kurang menganjurkan pemakaian Magnesiumfosfida kendati fumigasi ini juga terdaftar resmi dan sah. Oleh karena itu uraian ini lebih menekankan Alumunium fosfida.
Komposisi Fumigan fosfidanya
Alumunium fosfidanya 65 %
Alumunium Oksida 2.5%
Amonium Karbamat 20 %
Urea 8.5 %
Binder / coating material 4.0 %
Fungsi dari amonium karbamat untuk mengendalikan pelepasan fosfin untuk menyerap kalor agar suhu   tidak naik seketika. Dalam kondisi tropik menurut pengalaman penulis decomposes fosfidanya selesai dalam 2–3 jam saja. Sedang sebaran gas hanya dalam diameter sekitar limameter dari titik peletakan tablet.
H2N-C-0-NH4 + katalis —>CO2 + 2 NH30

Dalam bentuk fosfidanya berat jenis fumigasi ini sekitar 2.18 tetapi dalam bentuk gas fosfin hanya sekitar 1.2 hampir sama berat dengan udara karena itu fumigasi ini dapat diberikan pada lantai. Sedang metil bromida yang berat jenisnya sekitar 3 harus diberikan di atas permukaan.
Penyebaran gas fosfin relative lebih rata clan withholding timenya lebih lama Tetapi reaksi fisiologisnya lebih lama yakni 3 – 5 hari sehingga menambah biaya sewa container. Tetapi untuk Less Container Cargo fumigasi dengan fosfin sangat praktis. 


Sifat fisik gas fospine
Bau Seperti karbit
Titik didih -87.4C
Titik beku -133.50
Berat jenis fosfin -1.214
Panas penguapan laten -102.6 kal/g
Titik Ledak 1.76 % vol udara
Kelarutan dalam air 26 ml/1 00 ml
pada suhu 17C
Tekanan uap 200C 34.2 atm
Tekanan uap 400C 51.9 atm
Kendati nilai C x T hanya sampai tingkat tertentu dapat ditetapkan, fumigasi fosfidanya tikak selentur, metal bromide. Menurut ionathan Bank (1996. komunikasi pribadi ) dari CSIRO Division Storage Entomology, waktu paparan minimum yang umumnya ditetapkan 3 x 24 jam sebenarnya tidak memadai dan menganjurkan waktu paparan total sedikitnya lima hari.
Setelah masa fumigasi selesai, fosfidanya meninggalkan residu oksida berwarna kelabu. Reside ini biasanya masih mengandung gas fosfin hingga 3 %, tapi terus menerus mengalami penguapan. Batas aman residu fosfin adalah 0.001 ppm. Bila residu mengganggu maka baiknya jangan mengunakan formula tablet tetapi formula dalam sachet bertali yang dapat segera ditarik dari bahan atau dalam formula plate.

Pengukuran Kadar Fumigan
Fosfin adalah gas yang berbahaya konsentrasi 2.8 mg per liter atau 2,000 ppm dapat mematikan manusia dalam waktu sangat pendek, karena itu fumigasi ini harus diberikan dalam kadar yang benar. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran konsentrasi fosfidanya, umumnya dilakukan dengan menggunakan Detector tube  utuk selang 1 – 1000 ppm sedang untuk STEL TLV (Short Term Exposure Limit) mengunakan 0.004 ppm. Prinsip pengukuran dan konsentrai sama saja.
Gunakan samper yang dapat menghisap udara sebanyak 100 m, tabung menggunakan halida perak  berwarna dan akan bereaksi dengan fosfin membentuk warna biru pekat dan konsentrasi dapat diukur berdasar Skala tabung. Pengukuran cara ini mulai ditinggalkan karena dianggap kurang teliti kini lebih banyak menggunakan system elektroda.

Kontra Indikasi
Fosfin bereaksi dengan semua logam terutama dengan tembaga atau bahan bertembaga. Oleh karena itu system alarm kebakaran, motor elektrik, switch, sambungan listrik harus dilindungi. Fosfin sama sekali tidak boleh untuk memfumigasi perkakas elektronik seperti komputer.  Jika diperlukan dan dapat dilaksanakan bagian bertembaga harus dicoating dengan lilin paraffin.

Perlengkapan Keamanan
Nilai TLV TWA untuk 8 hari kerja dan paparan selama 5 hari per minggu adalah 0.3 ppm. Untuk paparan tunggal dalam konsentrasi tinggi TLV-STEL 1 ppm lama untuk 7 jam, 25 ppm untuk 1 jam, 50 ppm untuk 5 menit. Gunakan SCBA breathing apparatus untuk paparan lebih tinggi dari 0.5 persen per volume udara, untuk konsentrasi dibawahnya gunakan masker dengan absorban karbon aktif.

Dosis Anjuran
Fosfin diformulasikan dalam tablet atau pallet sebesar 3 gram yang akan menghasilkan 1 gram gas fosfin. Ada juga pellet kecil seberat 0.6 gram yang menghasilkan gas fosfin sebanyak 0.2 gram juga dalam sachet dan plate. Semua fumigasi kilakukan dalam keadaan bahan tertutup plastic agar kedap gas. Sebagai contoh untuk fumigasi bahan dalam gudak digunakan 1.5 tablet @3 g per m2, kondisi tropik. Lama waktu paparan 3-5 hari, walau dalam praktek hanya 2 hari saja. Lama aerasi 30 – 60 menit. Penggunaan dosis yang tidak memadai selain tidak memberantas dengan tuntas juga dapat menimbulkan gejala resistensi. Secara umum spektrum aktivitas kedua fumigasi ini sama. Fumigan ini juga digunakan untuk memberantas tikus dalam formulasi disket dengan diameter 5 cm. Rodentisida Zinc Phosphid termasuk kedalam rodentisida fosfin.

Residu dan Batasnya
Fumigasi fosfin lazimnya meninggalkan residu sekitar 0.046 ppm. Rote yang dibuat dari tepung yang  difumigasi mengandung residu hingga 0.021 ppm. Dapat menimbulkan perubahan rasa jika digunakan berulang. Batas maksimal yang aman pada bagan pangan adalah 0.1 ppm tetapi sebenarnya residu harus mempertimbangkan faktor kebudayaan dan makanan setempat.

Gejala Keracunan dan Pertolongannya
Menurut Klimer gejala keracunan sbb :
Keracunan Ringan hingga sedang ditandai dengan limas, telinga terasa seperti berdenging, mual, sesak dada, sakit perut, diare dan ingin muntah. Keracunan berat ditandai dengan batuk kering, susah nafa, haus luar biasa, nyeri otot, otot kejang dan badan menggigil dan gemetaran (tremor).

Untuk Mengatasi:
Segera bawa pasien ke udara terbuka dan segar, biarkan berbaring dan beri selimut, segera panggil dokter.
Petunjuk dokter Segera berikan pernafasan buatan, berikan tonik kardiak dan obat untuk menstimulasi peredaran darah. Seringkali tranfusi darah diperlukan, juga cairan garam fisiologis dan glaukosa. Jika terjadi pulmonary oedema cairan hipertonik dari glukosa perlu diberikan kengan cara injeksi.

APLIKASI FUMIGAN FOSFIN DALAM KARBONDIOKSIDA
Fumigan Fosfin diharapkan dapat menghentikan metal bromida, tetapi tidak semudah itu, sebab gas ini
mempunyai beberapat keterbatasan antar lain reaksinya yang relatif lambat tidak fleksibel metil bromida. Setidaknya fumigan fosfin memerlukan waktu beberapa hari, itupun dengan resiko tidak tuntasnya hasil pemberantasan.
Disamping itu sudah ada laporan terjadinya resistensi pada beberapa hama misalnya pada psosid atau Liposcelis entomophilus dan L Bostrychophilus pada gudang beras BULOG. Tidak semua stadia serangga mudah diberantas, telur dan pupa dilaporkan sebagai stadia yang paling toleran sehingga terjadinya  resurgensi seperti pada psosid dan Tribolium castaneum sering terjadi. Kenyataan ini tidak dapat diremehkan begitu saja.
Penyebabnya mudah sekali diterka, salah satunya lambatnya sirkulasi gas fosfin. Untuk itu maka beberapa
perusahaan telah mengembankan sistem pelarutan tablet fosfin kedalam air, gas fosfin yang dihasilkan kemudian dilarutkan kedalam gas Karbon dioksida baru kemudian dialirkan kedalam stapel yang lazimnya ditutup plastic fumigasi. Untuk membantu sirkulasi gas maka digunakan gas circulator pada titik yang strategis.
Nampaknya sederhana tetapi dalam kenyataannya tidak. Fosfin adalah gas yang mudah menyala dan meledak karena reaksi pelarutannya dengan air bebas bersifat eksotermik menghasilkan panas yang tinggi sehingga perlu kehati – hatian dan kecermatan luar biasa.

GENERATOS FOSFIN
Secara ringkas proses aplikasi fosfin dapat diuraikan sbb.
Tablet fosfida bereaksi dengan air menghasilkan gas fosfin. Reaksinya sbb. A1P + 3H20 – Áa1(OH)3 + PH3 + kalori. 
Untuk setiap gram gas fosfin yang dihasilkan diperlukan air sebayak 1.41 gram. Banyaknya tablet fosfisida yang direaksikan dapat diatur karena itu banyak gas fosfin yang dihasilkan juga menjadi terkontrol. Karena gas fosfin mudah menyala dan meledak maka gas ini dicampur dengan gas  karbondioksida. Banyaknya gas fosfin yang dihasilkan tidak boleh lebih dari 2 persen sehingga perlu dicampur gas CO2 sebanyak 98 % berat. Untuk mengaturnya perhatikan tabung (1) yang dapat
diisi dengan tablet fosfida sebanyak 8,000 gram (8 kg) atau 2,666 tablet (2,67 kg fosfin). Kecepatan reaksi tablet ini dapat diatur antara 1 hingga 72 tablet per menit sesuai kebutuhan.
Karena setiap tablet yang beratnya 3 gram dapat menghasilkan gas sebanyak 1 gram maka kecepatan reaksi fosfin itu maksimal 24 gram per menit. Jika diisi penuh maka gas yang dihasilkan sebanyak 2.67 kg fosfin dalam air yang dibutuhkan sebanyak 3,74 kg. ini dibutuhkan untuk reaksi saja. Padahal air juga dibutuhkan untuk menurunkan kalor atau panas yang dihasilkan akibanya reaksi yang eksotermik.
Secara empiris dibutuhkan 100 kg air untuk proses pendinginan. Air ini dimasukkan kedalam bejana reaksi sedang untuk bejana filtrasi (2) diperlukan 80 kg air untuk tujuan yang sama.

Konsentrasi aman untuk gas fosfin adalah maksimal 2 persen, untuk itu perlu ditambahkan gas C02 hingga sepuluh kalinya. Atau untuk setiap 24 gram fosfin diperlukan 240 gram gas C02, setelah dicampur maka akan dihasilkan 1.98 % gas PH3 dalam 98.04 %. 

       Fumigasi Countainer             


Fumigasi komoditas didalam countainer sebagai suatu syarat karantina umumnya dilakukan untuk kepentingan export.







       Fumigasi Ruang Arsip


Fumigasi ruang arsip dengan menggunakan sungkup cover sheet agar dokumen penting tidak rusak terserang hama.











CV.NANGGALA PERKASA
Jl.Dukuh Menanggal IV no. 2 - Surabaya.
Telp. 081.234.538.538
WA.  085.606.030.702

email : cvnanggalaperkasa@gmail.com